Bisnis dari data nyata.
HPP, laba rugi, ROI aset - ditulis dari pengalaman warung sungguhan, bukan teori textbook.
Untung di Laporan, Kering di Kas - Kok Bisa?
Laba rugi bilang untung Rp 491 ribu. Tapi uang di rekening belum tentu nambah segitu. Cashflow dan laba rugi mengukur dua hal yang berbeda, dan banyak pemilik warung baru sadar setelah kasnya seret padahal laporan bilang untung.

Shift Kasir Beda, Uang Kas Tidak Cocok - Cara Cegahnya
Kasir pagi bilang kas pas. Kasir sore bilang kurang Rp 11 ribu. Bukan berarti ada yang mencuri - sering kali ini soal tidak ada titik serah terima yang jelas antar shift.

Laporan Laba Rugi itu Buat Perusahaan Besar Saja? Ternyata Tidak
Justru warung kecil yang paling butuh laporan laba rugi - karena tanpa itu, tidak ada cara tahu apakah bisnis ini benar-benar untung atau hanya terlihat ramai.

Modal Kerja Bukan Keuntungan - Banyak Pemilik Toko yang Salah Hitung Ini
Uang di laci setelah jual seharian bukan keuntungan. Itu modal yang baru selesai berputar - dan banyak pemilik warung tidak menyadari perbedaannya sampai restok tidak bisa bayar.

Rekap Penjualan Harian - Kenapa Selalu Ada Selisih?
Bukan karena tidak teliti. Rekap manual punya celah yang hampir tidak mungkin dihindari - dan celah itu yang bikin angkanya tidak pernah pas.

Kapan Harus Naikkan Harga Jual? Ini Tandanya
Banyak pemilik warung tahu harga jual mereka terlalu murah - tapi tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk naikkan. Ini sinyal-sinyal yang sering diabaikan.

Stok Habis Padahal Baru Beli - Di Mana Salahnya?
Stok cepat habis bukan selalu karena laku keras. Kadang sumbernya ada di dalam warung sendiri - dan banyak pemilik warung tidak sadar sampai hitungannya sudah jauh meleset.

Pelanggan Bon Terus, Warung Bisa Kolaps - Ini Sebabnya
Bon Rp 15.000 per pelanggan terasa aman. Tapi kalau 20 pelanggan bon dalam sebulan dan separuhnya tidak bayar tepat waktu, kamu sudah kehilangan modal kerja tanpa sadar.

Cara Hitung HPP untuk Warung Makan - Pakai Contoh Nyata
HPP warung makan bukan sekadar harga bahan baku. Ada 7 komponen yang perlu dihitung per porsi, dan kebanyakan pemilik warung melewatkan minimal 3 di antaranya.

Uang Warung dan Uang Pribadi Dicampur - Ini yang Terjadi Belakangan
Banyak pemilik warung merasa keuangannya baik-baik saja, padahal masalahnya bukan di penjualan - tapi di kebiasaan mencampur kas warung dengan kebutuhan pribadi.

Warung Ramai tapi Uang Tidak Ada - Ini Penyebabnya
Omzet besar bukan berarti untung. Warung dengan penjualan Rp 2 juta per hari bisa pulang dengan laba Rp 300 ribu - kalau HPP dan biaya operasional tidak dikontrol.
